Seni Batik

” BATIK INDONESIA “

1 foto

Batik adalah pakaian khas Indonesia. Batik sangat cocok jika dikombinasikan dengan berbagai macam kain. Oleh karena itu kami selalu memakai batik jika dalam acara pesta. Dalam foto ini anak saya memakai batik ketika acara paripurna kelas.

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari S. Jeffry di Jl. Manggis 76 Rt.01/02 Perbon, Tuban – Jatim 62351

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami.

Batik Budaya Bangsa_ku

satu dari ragam batik indonesia

Batik… Engkau kekayan bangsa_ku Kau bagaikan tombak Yang menembus zaman

Elok_mu membuatku terpesona Motifmu lambang keanekaragaman Corak warnamu… Mempercantik akan kainmu

Batik… Kau permata bangsaku Yang takan hilang oleh zaman Dan akan tetap ku lestarikan

Karnamu… Seraya aku membuka mata Menundukan kepala sejenak bangga akan budaya bangsaku

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Tyas Listanty di Tegal

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.

Blog Batik —   No Comments 28 Aug 11

megamendung

Hampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota lainnya.

Menurut sejarahnya, di daerah cirebon terdapat pelabuhan yang ramai disinggahi berbagai pendatang dari dalam maupun luar negri. Salah satu pendatang yang cukup berpengaruh adalah pendatang dari Cina yang membawa kepercayaan dan seni dari negerinya.

Dalam Sejarah diterangkan bahwa Sunan Gunung Jati yang mengembangkan ajaran Islam di daerah Cirebon menikah dengan seorang putri Cina Bernama Ong TIe. Istri beliau ini sangat menaruh perhatian pada bidang seni, khususnya keramik. Motif-motif pada keramik yang dibawa dari negeri cina ini akhirnya mempengaruhi motif-motif batik hingga terjadi perpaduan antara kebudayaan Cirebon-Cina.

Salah satu motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah batik Mega Mendung atau Awan-awanan. Pada motif ini dapat dilihat baik dalam bentuk maupun warnanya bergaya selera cina.

Motif mega mendung melambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan sebagai pembawa kesuburan, dan pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai biru muda hingg biru tua. Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan, pemberi penghidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya kehidupan.

Photo dan artikel kiriman dari hadi ari sandy di jl. terusan buah batu komp. buah batu regency blok E6 10

Blog Batik —   No Comments 11 Mar 11

Peluncuran Buku Teknik dan Ragam Hias Batik Yogya & Solo

Pada Kamis (10 Maret 2011) silam, diadakan peluncuran buku Teknik dan Ragam Hias Batik Yogya & Solo karya Sri Soedewi Samsi di Grand Indonesia, Jakarta.

Peluncuran ini dihadiri oleh Nadia Mulya, artis dan Runner Up I Puteri Indonesia 2004. Ia menjadi pemandu acara dalam peluncuran buku tersebut. Terlebih, ternyata Nadia adalah pencinta batik.

Buku itu sendiri berisi corak batik Yogya dan Solo yang jumlahnya mencapai ratusan dan langsung bisa dicontoh para perajin batik.

Sumber: KOMPAS.com.

Blog Batik —   No Comments 18 Dec 10

Akar Budaya Batik Bakaran Pati

AKAR BUDAYA BATIK BAKARAN Bakaran adalah sebuah desa yang ada di kecamatan Juwana kabupaten Pati. Desa ini ada 2 yakni Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon. Saat ini, desa Bakaran mampu menjadi ikon Pati yaitu dengan karya budaya masyarakat. Banyak budaya ditemukan di Juwana, terutama didaerah ini, sehingga masyarakat  menjulikinya daerah seni budaya. Salah satu karya budaya masyarakat yang mampu menjadi perhatian masyarakat luas adalah karya batik tulisnya. Karya batik ini juga mampu mengangkat citra daerah. Seni batik bakaran ini berjalan sejak zaman majapahit yaitu antara abad 14 sampai sekarang. Dan sampai saat ini corak batik bakaran sangat khas dan unik yang motifnya sangat berbeda dengan batik-batik lain walaupun asal mulanya dari budaya batik yang sama yaitu budaya keraton. Hal ini disebabkan karena sudah terjadi perpaduan kebudayaan pedalaman dan pesisir yang akhirnya karya masyarakat ini sangat unik. MOTIF BATIK TULIS BAKARAN BERDASARKAN GEOGRAFIS DAN FILOSOFis. Motif batik tulis Bakaran bila dilihat dari segi warna mempunyai mempunyai ciri tersendiri, yaitu warna yang mendominasi batik Bakaran Wetan adalah hitam dan coklat. Unsur corak/motifnya beraliran pada corak motif batik Tengahan dan bathik Pesisir. Aliran Tengahan, karena yang memperkenalkan batik tulis pada wilayah Desa Bakaran adalah dari kalangan kerajaan Majapahit. Dan Jenis motif tengahan ini diindikasikan pada corak batik. Padas Gempal, Gringsing, Bregat Ireng, Sido Mukti, Sido Rukun, Namtikar, Limanan, Blebak Kopik, Merak Ngigel, Nogo Royo, Gandrung, Rawan,Truntum, Megel Ati, Liris, Blebak Duri, Kawung Tanjung, Kopi Pecah, Manggaran, Kedele Kecer, Puspo Baskora, ungker Cantel, blebak lung. Dan beberapa motif tengahan yang lain. Sedangkan beraliran batik tulis pesisir karena secara geografis letak wilayah Desa tersebut memang terdapat dipesisir pantai dan aliran pesisir ini diindikasikan pada motif batik tulis, blebak Urang, loek Chan. Dan beberapa motif pesisir yang lain corak tersebut pada umumnya berbeda dengan corak batik daerah lain, baik dari segi gambar, ornament maupun warnanya. Serta pada setiap motif mempunyai makna yang sangat filosofis. Sejarah Masyarakat Keterampilan membatik tulis bakaran di Desa Bakaran Wetan itu punya sejarah yang melegenda. Keterampilan itu tak lepas dari buah didikan Nyi Banoewati, penjaga museum pusaka dan pembuat seragam prajurit pada akhir Kerajaan Majapahit abad ke-14. Waktu itu, Kerajaan Majapahit diambang keruntuhannya karena wilayahnya sudah hampir dikuasahi oleh kerajaan Islam Demak Bintoro. Nyai Banoewati adalah salah seorang abdi dalem yang sudah memeluk agama Islam. Yang saat itu warga keraton sangat melarang keras warganya untuk beragama Islam. Akhirnya Sang abdi dalem ini ketahuan dan melarikan untuk menyelamatkan diri dari hukuman raja dan sergapan prajurit. Nyi Banoewati bersama tiga saudaranya, yaitu Ki Dukut, Ki Truno, dan Ki Dalang Becak, perempuan yang konon berparas ayu itu pergi menyusuri pantai utara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Nyi Banoewati dan dua saudaranya berpisah dengan Ki Dalang Becak. Ia melanjutkan perjalanan hingga ke kawasan rawa-rawa yang penuh pohon druju atau sejenis semak berduri, sedang Ki Dalang Becak menetap di Tuban. Bersama Ki Dukut, Nyi Banoewati membuka lahan di daerah rawa-rawa itu sebagai tempat tiras pandelikan atau tempat persembunyian. Lantaran Ki Dukut itu seorang lelaki, ia mampu membuka lahan yang sangat luas, sedangkan lahan Nyi Banoewati sempit. Tak kurang akal, Nyi Banoewati mengadakan perjanjian dengan Ki Dukut. Ia meminta sebagian lahan Ki Dukut dengan cara menentukan batas lahan melalui debu hasil bakaran yang terjatuh di jarak terjauh. Ki Dukut menyetujui usulan itu. Jadilah kawasan Nyi Banoewati lebih luas sehingga sebagian kawasan diberikan kepada Kek Truno yang tidak mau babat alas. Daerah milik Nyi Banoewati dinamai Bakaran Wetan, sedang milik Kek Truno bernama Bakaran Kulon. Adapun Ki Dukut yang kawasannya sangat sempit itu menamakan daerah itu Pedukuhan Alit atau Dukutalit. Ketiga desa itu sampai sekarang tetap ada dan saling berbatasan satu dengan yang lain. Secara lebih luas lagi, kawasan itu dikenal sebagai Drujuwana (hutan druju) atau Juwana. Di Bakaran Wetan itulah Nyi Danowati membangun permukiman baru. Sejumlah warga yang semula tidak mau menempati daerah berawa-rawa itu mulai tertarik membangun permukiman di sekitar rumah Nyi Banoewati. Nyi Banoewati / Nyai Ageng Siti Sabirah (begitu masyarakat menyebutnya) mendirikan masjid tanpa mihrab supaya tidak diketahui prajurit Majapahit yang disebut Sigit. Di pendopo dan pelataran Sigit itulah Nyi Danowati melaksanakan aktifitas agamanya dan mengajar warga membatik., motif batik yang diajarkan Nyi Banoewati adalah motif batik Majapahit. Misalnya, sekar jagat, padas gempal, magel ati, dan limaran. ”Motif khusus yang diciptakan Nyi Baneowati sendiri adalah motif gandrung. Motif itu terinspirasi dari pertemuan dengan Joko Pakuwon, kekasihnya, di tiras pandelikan,” katanya. Waktu itu Joko Pakuwon berhasil menemukan Nyi Banoewati. Kedatangan Joko Pakuwon membuat Nyi Banoewati yang sedang membatik melonjak gembira sehingga secara tidak sengaja tangan Nyi Banoewati mencoret kain batik dengan canting berisi malam, yang memang saat itu aktifitasnya disibukkan dengan membatik. Coretan itu membentuk motif garis-garis pendek. Di sela-sela waktunya, Nyi Banoewati menyempurnakan garis-garis itu menjadi motif garis silang yang melambangkan kegandrungan atau kerinduan yang tidak terobati. motif-motif khas itu perlu mendapat perlakuan khusus dalam pewarnaan. Pewarnanya pun harus menggunakan bahan-bahan alami. Misalnya, kulit pohon tingi yang menghasilkan warna coklat, kayu tegoran warna kuning, dan akar kudu warna sawo matang. Sayangnya, bahan-bahan pewarna itu sudah sulit ditemui. Waktu itu, batik bakaran menjadi komoditas perdagangan antarpulau melalui Pelabuhan Juwana dan menjadi tren pakaian para pejabat Kawedanan Juwana. Meskipun kesulitan bahan pewarna, batik tulis bakaran banyak peminat. Saat ini warga Bakaran selain melestarikan motif Nyi Banoewati, mereka juga mengembangkan aneka macam motif kontemporer, antara lain motif pohon druju (juwana), gelombang cinta, kedele kecer, jambu alas, dan blebak urang. Ada beberapa proses, dan teknik dalam pembuatan batik bakaran, yakni mulai dari nggirah, nyimplong, ngering, nerusi, nembok, medel, nyolet, mbironi, nyogo, dan nglorod. Proses ini bertahap mulai tahap pertama sampai terakhir. Bila sudah selesai maka corak batik sudah bisa dinikmati. Tahapan-tahapan tersebut dikerjakan perajin secara manual tanpa ada alat-alat baru seperti cap, printing, sablon dsb. Proses Pembatikan Menurut tutur masyarakat dulu nyai ageng Sabirah dan para perajin sekitar sebelum pembatikan melakukan ritual dulu. Ada yang puasa 3 hari, ada yang satu minggu, ada yang satu bulan ada yang 40 hari. Setelah melakukan puasa ini perajin melakukan pertapaan/ nyep dengan tujuan mendapatkan inspirasi/ ilham, sehingga suatu ketika atau secara tiba-tiba tidak tersadari mendapat gambaran/ bayangan motif batik yang akan dibuat. Biasanya motif tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang ada dan memberikan pesan moral pada masyarakat. Dan ada juga menunjukkan latar belakang si perajin itu sendiri.  Jadi setiap motif batik ada maksud dan tujuan yang diharapkan pembatik. Atau ada pesan-pesan yang terkandung didalam motif tersebut. Diantara prosesnya adalah; 1. Proses pendesainan. Proses ini adalah membuat gambar motif di kertas sebelum digambar di kain. 2. Pengekuman kain. Kain sebelum digambari dan dicantingi, ini di rendam dulu dengan lerak. Dengan tujuan agar nanti setelah diwarnai tidak akan pudar/ Penggambaran dikain. Yakni menuangkan gambar yang sebelumnya digambar dikertas. Gambar ini sebagai motif batik yang diinginkan. 3. Pencantingan. Kemudian setelah digambar, kain dicantingi sesuai desain gambar kain. 4. Nerusi. Nerusi ini memberikan titik-titik pada motif. 5. Nemboki. Setelah decanting dengan malam, kain ditembok dengan malam penuh. Penembokan kain ini untuk membuat motif retak/ motif remek pada kain. Motif remek ini mencirikan kekhasan batik bakaran. 6. Medel. Medel ini adalah mbironi/ memberi warna biru pada kain. Medel ini adalah nyelup (merendam kain dalam air yang sudah diberi warna sampai beberapa kali) 7. Pencoletan. Pencoletan ini merupakan pemberian warna bervariasi, ada yang setelah diwedel ada yang langsung. 8. Nyogo. Nyogo adalah pemberian warna sogo. Warna sogo bakaran adalah warna cokelat klassik. Warna ini merupakan warna klasikknya bakaran. Diantara warna klasiiknya bakaran adalah warna putih, hitam dan cokelat. 9. Setelah pewarnaan selesai, kain diberi obat pengunci warna supaya tidak luntur atau pudar warnanya. 10. Langkah terakhir adalah Ngolrod. Melorod atau menghilangkan malam pada kain yang sudah terwarna. Pelorodan ini dengan menggodok kain di air yang mendidih yang sudah dikasih obat pelorodan. 11. Setelah dilorod kain dikeringkan dan sudah bisa dinikmati motifnya.

“ BATIK YUWANA “ BATIK TULIS BAKARAN PATI (sebuah corak budaya pesisir)

Batik bakaran ini sudah eksis sejak zaman Majapahit pada abad 14 m yang lalu. Ceritanya, seni tangan ini dikembangkan oleh sang abdi dalem dari keraton yang bertugas merawat gedung pusaka yang mempunyai keahlian membatik untuk keperluan gedung pusaka itu. ”Banoewati” adalah nama dari sang abdi dalem tersebut.

Sang abdi ini bersama ketiga bersaudara (ki dalang, kidukut, ki truno) melarikan menyelamatkan diri menyusuri pantai utara kearah barat atas desakan raja dan prajuri karena saat itu seluruh warga keraton Majapahit dilarang memeluk Islam.  Dalam pelarian ini sampailah pada suatu daerah, yakni Juwana tepatnaya didesa Bakaran. Didesa inilah nyii Banoewati atau nyai Sabirah – warga setempat menyebutnya – tinggal dan mengembangkan keahlian membatiknya. Sehingga sampai pada saat ini batik berkembang dibakaran dan sebagai ikon Pati.

Batik bakaran sudah terpatenkan Batik ini merupakan wujud ekspresi masyarakat pesisir pati. Sehingga corak motifnya memperlihatkan karakter masyarakat. Tergolong ada 2 jenis motif batik bakaran, yakni motif klassik dan motif terkini/ modern. Motif klassik adalah batik yang motifnya abstrak dan berupa simbol-simbol yang mempunyai cerita unik dalam pembuatannya. Batik klassiknya bakaran adalah berwarna antara hitam, putih dan cokelat. Yang kedua motif modern yang ciri khasnya adalah motif aktual berupa bunga, ikan,air, pohon  dsb, yang warnanya bervariasi yang merupakan hasil inovasi masyarakat. Yang menjadi khasnya lagi batik bakaran adalah motif “retak atau remek”. Batik ini teknik perajinannya adalah sangat tradisional sekali, diantara teknik dan prosesnya adalah nggirah, nyimplong, ngering, nerusi, nembok, medel, mbironi, nyogo, dan nglorod.

Sekarang ini batik bakaran sudah ada yang dipatenkan oleh Ditjen HAKI sebagi motif batik milik pati. Terhitung semuanya berjumlah 17 motif yang terpatenkan. Ke17 motif itu semuanya adalah motif klassik. Diantaranya adalah, motif blebak kopik, rawan, liris, kopi pecah, truntum, gringsing, sidomukti, sidorukun, dan limaran, dan lain sebagainya.

”Batik Yuwana” Melayani motif yang tersedia, motif klassik dan terkini. Kualitas terjamin, seni tinggi, menerima pesanan, desain, memberikan pelatihan, menerima konsultasi perbatikan, memberikan informasi, dan lain-lain. Bila bapak, ibu, saudara semua , pecinta dan penikmat batik ingin mencari info, silahkan datang ke  CENTRA : DS. BAKARAN WETAN DAN BAKARAN KULON JUWANA PATI / kontak, “batik yuwana”.

Kontak : irham.yuwanamu@gmail.com , / Hp. : 085310738945 (Irham) (fb: batik tulis bakaran juwana  :      batikcanting.mbakaran@gmail.com)

Photo dan artikel kiriman dari irham di langgenharjo rt.08/02 Juwana Pati

Blog Batik —   2 Comments 1 Dec 10

Kurikulum Batik? Why Not!

Upaya meningkatkan kecintaan generasi muda pada kebudayaan dan kesenian tradisional sangatlah penting agar terbentuk regenerasi yang apik utuk masa depan seni-budaya bangsa.

Salah satu upaya yang patut untuk diapresiasi adalah dimasukkannya pelajaran bermuatan batik dalam kurikulum sekolah. Inilah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo.

Saat ini mereka mencoba mempraktekkan kurikulum tersebut pada Kelas 4 untuk jenjang pendidikan SD, kelas 7 untuk jenjang SMP, kelas 10 untuk jenjang SMA dan SMK.

Semoga hal ini dapat menghindarkan kepunahan atau klaim atas seni-budaya Indonesia, khususnya batik.

Sumber:

Wah, Solo Terapkan Kurikulum Mulok Batik – SUARA MERDEKA CYBERNEWS.

Blog Batik —   No Comments 22 Oct 10

Tiga Agama yang Berpengaruh Pada Seni Batik

Sejak zaman Kerajaan Majapahit, seni batik dipengaruhi oleh tiga agama, yaitu, Hindu, Budha, dan Islam. Sebagian besar koleksi batik kraton Surakarta, Mangkunegaran, Yogyakarta, dan Pakualaman mendapatkan pengaruh dari ketiga agama ini.

Kurang lebih motif yang tercipta hampir mirip dari keempat keraton ini, hanya berbeda pada modifikasi. Pengaruh Hindu terlihat pada gambar motif garuda, lidah api, burung atau pohon hayat. Sedangkan, motif swastika lebih banyak berasal dari pengaruh Budha.

Motif-motif abstrak mulai hadir saat adanya pengaruh Islam. Larangan agama dalam menggambar makhluk hidup dengan utuh, membuat para seniman batik menyiasati gambar binatang dengan bentuk abstrak.

Blog Batik —   No Comments 2 Oct 10

“BATIK BALITAR” Batik Motif Khas Kota Blitar pewarnaan modern.

Artikel kiriman Nanang Permadi di kota Blitar.

BATIK BALITAR motif Onthong-Ontong & Koi-Koi Blitar, Sembur.

Belum lengkap ke Kota Proklamator kalau belum ke Griya Batik Balitar yang jaraknya 500 meter dari Makam Ir. SOEKARNO. Tepatnya di Jl. Borobudur No. 28 Kota Blitar Jawa Timur Indonesia. Adalah Nanang Pramadi yang menjadi pioner batik yang berada di Blitar Kota, yang dimulai sejak th. 2007 kemaren. bermula dari seniman tari, seniman patung gembol kayu jati, terakota, dan ternyata sekarang malah menekuni seni batik, bermula dari batik kayu sampai sekarang ke batik tekstil atau kain. Bermula belajar di Sendang Sari, Bantul Yogjakata, dan di Wirotaman Yogjakarta, maka dikembangkan sendiri di Kota Blitar dengan desain motif yang ada daerah Blitar sendiri semacam; Sekar Jagad Blitar, Koi-Koi Blitar, Onthong-Onthong, Bintang Pancasila, Bendogeritan, dll. Dengan pengalaman yang ada, tidak ada kepuasan tersendiri di teknis pewarnaannya, maka berpikar keras untuk memperoleh teknis pewarnaan yang simpel, hasil maksimal. Dari reverensi berbagai pihak, maka terciptalah teknik pewarnaan yang sangat memuaskan, hasil warna tajam, bahan murah, dijamin tidak luntur, perawatan sangat mudah. bahkan kami sudah menularkan pengalaman yang sangat berarti ini kepada saudara-saudara kami pembatik di Kota Probolinggo dan Situbondo Jawa Timur,  melalui pelatihan yang dikoordinasi Dinas setempat. Anda ingin mencobanya hubungi kami di Hotline: 08125227782, 3 hari langsung bisa.

Blog Batik / Pakaian Wanita —   No Comments 22 Jul 10

Batik Tidak Hanya untuk Pakaian

Batik adalah salah satu sumber kreativitas yang sangat luas. Mulai dari perancang busana, pengusaha interior, sampai dengan perajin kecil asesoris atau pernak-pernik hiasan, mereka semua dapat memanfaatkan batik.

Para perancang begitu tergiur untuk terus mengkreasikan kain warisan budaya bangsa ini. Bahkan beberapa perancang memilih untuk mendedikasikan dirinya pada batik, salah satunya Iwan Tirta. Sosok yang tidak hanya sebagai desainer batik, tetapi juga bergerak sebagai pembatik.

Melihat perkembangan dunia fashion, kain batik pun mengalami resolusi dan tidak lagi hanya sebagai pakaian formil. Kreasi model pakaian mulai ditumpahkan para perancang untuk bersaing dan memunculkan seni batik Indonesia di dunia internasional.

Tidak hanya kain batik yang dapat dijadikan pakaian. Anne Avantie baru-baru ini meluncurkan inovasi berupa pakaian yang dibuat dari limbah kain batik. Kain sisa yang selayaknya dibuang, berhasil dijadikan karya yang berkualitas.

Peluang batik untuk dikenal hingga ke luar negeri pun sangat besar. Mengingat banyaknya ragam motif yang menyiratkan warna-warni keindahan budaya nusantara, sangat layak jika batik begitu digemari warga asing.

Kreativitas para perancang membuat pakaian batik menjadi bernuansa elegan, sekaligus modis. Berbau eksotis, tapi modern. Tidak hanya digunakan untuk kalangan aristokrat, tetapi juga masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Eits, perlu digaris-bawahi bahwa batik tidak hanya identik dengan pakaian. Taukah Anda bahwa batik juga bisa digunakan untuk pemanis interior ruangan atau mempercantik penampilan Anda lewat pernak-pernik hiasan?

Seperti yang dilakukan Arini Soendjojo pemilik Rini Sari Handicraft yang mengemas batik menjadi interior. Mulai dari bantal lantai, bantal kursi, seprei, gorden, hiasan dinding hingga bedcover.

Berkat keunikan usahanya, wanita asal Yogyakarta tersebut dapat memetik hasil manis. Hampir setiap bulan, ribuan lusin produknya berhasil dipasarkan kepada konsumen di Tanah Air dan mancanegara seperti Singapura, Inggris, dan Australia.

Selain Arini, masih banyak lagi orang yang memiliki kreativitas dalam menciptakan produk berbahan dasar batik. Ada tas, penghias rambut, jilbab, sepatu dan masih banyak yang lain.

Sebuah upaya yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Semakin maraknya kreasi produk berbahan batik, apalagi jika bisa dipasarkan ke luar negeri, akan membuat citra Batik Indonesia semakin diakui dunia.

Blog Batik —   No Comments 18 Jul 10

Batik Kalbar

Artikel kiriman Rina Rusli di Jakarta Selatan.

Tgl 30 april 2010 sampai 6 mei 2010, saya napak tilas perjalanan liburan bersama alm papah saya.Karena tahun 1972-1977 papah menjabat sebagai kakanwil depsos, kami sering jalan2 ke mempawah singkawang dll..

Dalam perjalanan kami mampir di tempat penjualan kain motif etnik kalbar. Aduuuh cantik2 sekali.. terfikir oleh sy, tahun ini kan visit kalbar..kenapa pegawai negeri sipil atau swasta tidak memakai seragam motif kalbar tahun ini..ikut mendukung tahun visit indonesia, walau terlambat, krn hari ini sdh 6bulan thn2010..masih ada waktu minimal utk 6buln ke depan..nanti tahun depan kalo visit jambi, maka motif seragamnya adalah motif jambi..dst.. krn seluruh pegawai negeri sipil dan swasta memakai, otomatis bagian dari promosi untuk keluar negeri akan lebih mudah..dan anak2 sekolah pun akan ingat pada saat gurunya pakai seragam batik pontianak selama setahun..maka memudahkan pelestariannya..lebih baik dalam 1 tahun ada 4 motif..misal jumat minggu 1 pake motif 1, jumat minggu 2 pake motif 2, jumat minggu 3 pake motif 3 dan jumat minggu 4 pake motif 4..mudah2an ke inginan sy utk produksi massaaal batik pontianal dengan bahan katun ada yang mendukung saya, mitra bisnis yg sy cari belum dapat..apakah batik indonesia bisa membantu saya.. karena sy sudah dpt pesanan, yang sampai hari belum sy order krn ingin skali memakai bahan katun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: